Hembusan angin pelan-pelan menerpa wajah kita siang hari itu. Langit mulai mendung, namun kita tetap asik duduk di bangku taman yang sepi sembari menggambar sketsa di buku kita masing-masing. Keheningan menyelimuti kita dengan nyaman, kadang sesekali terpecahkan oleh obrolan singkat. Aku tengah menarik garis untuk membentuk sebuah kaktus saat muncul sebuah pertanyaan di benakku. "Eh, lu jadi ikut himpunan?" Sunyi sebentar. Kemudian kau menjawab, "Gatau." Dahiku mengerenyit. Seingatku, dulu kau sangat yakin bahwa kau tidak mau berpartisipasi dalam organisasi seperti itu. Sampai keyakinanmu menggoyahkan niatku yang tadinya ingin ikut. "Kok gatau?" Kulontarkan pertanyaan itu sembari menarik satu tarikan garis terakhir untuk menyelesaikan gambar kaktusku. Sunyi lagi. Diikuti dengan, "Ya.. Gatau." Keenggananmu untuk memberikan jawaban pasti adalah hal yang telah kuduga, karena sebenarnya aku su...