Duduk berhadap-hadapan
Di tengah heningnya malam
Dengan pena di masing-masing tangan
Membubuhkan guratan demi guratan
Mata indahmu, wajah tampanmu, rambut lebatmu kububuhkan
Di atas kertas yang kosong tadinya
Senyummu pun tak ku lupa
Ku gambarkan dengan sisa-sisa pena hitam
Mata sayunya, wajah cantiknya, rambut pendeknya kau bubuhkan
Di atas kertas yang hampir penuh dengan dirinya
Senyumnya pun tak kau lupa
Kau gambarkan dengan pena hitam penuh tinta
Inilah sketsa tengah malam kita
Di mana semua gagasan tumpah diatas kertas
Di mana canda tawa lantang dapat terdengar
Di mana kadang ku akhiri dengan air mata sunyi senyap.
Comments
Post a Comment