Jangan tatap aku dengan tatapan menyalahkan seperti itu. Aku malah yang rasanya ingin menyalahkanmu. Gara-gara kelakuanmu yang lucu. Gara-gara kamu yang selalu membuatku tertawa. Rasa itu jadi muncul dengan sendirinya. Obrolan-obrolan kecil menjadi terasa sangat istimewa dan aku ingin meminta maaf karena aku menyukaimu.
Selamat Malam. Ini adalah ruang dimana mulut berteriak dalam kesunyian, dan hati tersayat lebar menumpahkan segumpal kejujuran. Bukan pengertian yang aku inginkan, melainkan siratan makna yang sengaja tak terucapkan. Semoga tulisan-tulisan ini dapat sampai ke hati siapapun yang membacanya, dan menyampaikan cara belajar untuk jujur walau dengan perlahan. Selamat membaca.
Comments
Post a Comment