Skip to main content

Hi, Everyone

Selamat Malam.


Ini adalah ruang dimana mulut berteriak dalam kesunyian, dan hati tersayat lebar menumpahkan segumpal kejujuran.



Bukan pengertian yang aku inginkan, melainkan siratan makna yang sengaja tak terucapkan. Semoga tulisan-tulisan ini dapat sampai ke hati siapapun yang membacanya, dan menyampaikan cara belajar untuk jujur walau dengan perlahan.



Selamat membaca.

Comments

  1. Play Slots Online for Free, No Download or Registration
    Online Slot Machines — Try playing online slots for free with no registration needed! No download required, no sign-up required. Play  Rating: 3.5 luckyclub.live · ‎5 votes

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Untukmu dan Langit Jingga

Selamat pagi untuk kamu yang sedang terduduk disana. Melepas penat sehabis menjelajah seisi kota. Bertiga mengapresiasi karya-karya, bersama dia dan rasa. Tersenyum sendiri bak remaja jatuh cinta. Memang, katanya. Mengingat-ngingat semua memori yang ada, ketakutan untuk lupa, sembari bersenandung nada yang tadi sempat dinyanyikan bersama. Selamat siang untuk kamu yang tengah kasmaran. Mentranslasikan semua tindakannya dengan semena-mena. Terlalu dibutakan dengan rasa yang berbunga-bunga. Hingga jurang tak tampak di depan mata. Tidak ada ekspektasi tuk kecewa. Selamat sore untuk kamu yang sekarang tengah menangis. Menangisi momen yang telah hilang terbawa angin. Tersedu-sedu terpuruk menyalahkan diri sendiri. Bertanya-tanya apa yang salah, apa yang terlewati. Berharap waktu dapat terulang lagi, walau tahu betul mustahil. Selamat malam kamu yang kini telah berjalan pergi. Meninggalkan perasaan walau dengan berat hati. Menghampiri dirinya dengan senyum seak...

Malam Ini Saja

Relung dadaku penuh dan sesak. Dengan perasaan yang tidak seharusnya ada. Rasa rindu yang tak kusadari bersembunyi dibalik bayangan. Kali ini memutuskan untuk keluar. Bersamaan dengan air mata. Untuk malam ini saja, aku mengijinkan rasa sedih ini untuk tinggal. Untuk malam ini saja, aku akan terlelap sambil menyembunyikan wajah sembab di balik selimut hangat. Untuk malam ini saja, aku mengakui bahwa aku rindu kamu. Doakan jika Tuhan mengijinkan, esok aku kan terbangun dalam lupa.