Kira rasa yang telah mati,
Bunga mawar layu di taman sepi,
Nyatanya hati,
Pohon mapel di musim dingin.
Dingin, dingin, dingin.
Air mata bagai daun gugur tanpa henti,
Aku telah Mati,
Aku telah berhenti.
Ingin mengumpat kala musim semi,
Datang tak diundang mengusir sepi,
Daun-daun jatuh tumbuh kembali,
Bagai orang bodoh, semua terulang lagi.
Lupa ingatan tentang musim dingin,
Senyummu muncul terus dalam mimpi,
Tawa indahmu bergaung tanpa henti,
Wajahmu membekas dalam rongga hati.
Lupa ingatan tentang musim dingin,
Dirimu yang tak dapat kudapati,
Membuka luka-luka lama itu lagi,
Tolong,
Buat semua ini berhenti.
Comments
Post a Comment